20 Pantangan yang harus dihindari saat anda berkomunikasi dengan orang lain اَلْمَمْنُوْعَاتُ اَلْعِشْرِيْنَ فِي اتِّصَالِكَ مَعَ اْلآخَرِيْنَ

1. Jangan memotong pembicaraan orang lain      – لاَ تُقَاطِعْ أَحَدًا فِي الْكَلاَمِ

2. Jangan berteriak: “tenaaanggg!, diaaaammm!”.            – لاَ تَصْرُخْ :”اِبْقَ هَادِئاً”

3. Jangan bereaksi secara berlebih dan emosional. Sebaliknya, pusatkan perhatianmu kepada hasil          – لاَ تَجْعَلْ رَدَّ فِعْلِكَ مُبَالَغاً فِيْهِ وَمُفْتَعَلاً، بَلْ رَكِّزْ اِهْتِمَامَكَ عَلَى النَّتِيْجَةِ.

4. Jangan mengeluh. Sebaliknya, tujulah orang yang tepat dan bicaralah dengannya untuk menyelesaikan problem yang ada         – لاَ تَشْكُوْ، بَلْ تَوَجَّهْ إِلَى الشَّخْصِ الْمُنَاسِبِ وَتَحَدَّثْ مَعَهُ لِحَلِّ الْمُشْكِلَةِ.

5. Jangan mengaku bahwa anda mengetahui perasaan orang lain dan keinginan mereka. Sebaliknya, tanyakan kepada mereka tentang hal itu  – لاَ تَعْتَرِفْ أَنَّكَ عَالِمٌ بِشُعُوْرِ النَّاسِ وَمَطَالِبِهِمْ، بَلْ اِسْأَلْهُمْ عَنْ ذَلِكَ.

6. Jangan GR bahwa orang lain dapat mengetahui perasaan dan keinginan anda. Sebaliknya, ungkapkan apa yang anda rasakan kepada mereka                – لاَ تَغْتَرْمِنْ أَنَّ النَّاسَ يَعْلَمُوْنَ بِمَا تَشْعُرُ وَمَاذَا تُرِيْدُ، بَلْ عَلَيْكَ أَنْ تُعَبِّرَ عَنْ نَفْسِكَ لَهُمْ

7. Jangan menghina siapapun dan hargailah pendapat orang lain               – لاَ تَسْخَرْ مِنْ أَحَدٍ وَاحْتَرِمْ آرَاءَ اْلآخَرِيْنَ.

8. Jangan melakukan kritikan atau celaan kepada siapapun, khususnya di hadapan khalayak         – لاَ تُوَجِّهِ النَّقْدَ أَو التَّوْبِيْخَ إِلَى أَحَدٍ (خَاصَّةً أَمَامَ النَّاسِ).

9. Jangan mendebat. Sebaliknya, dengarkan, dan sampaikan dengan jelas sudut pandang anda – لاَ تُجَادِلْ، بَلْ اِسْتَمِعْ ثُمَّ اشْرَحْ وِجْهَةَ نَظَرِكَ .

10. Jangan mengancam, sebab hal itu akan membawa akibat buruk sepanjang masa        – لاَ تُهَدِّدْ، لأَنَّ ذَلِكَ سَوْفَ يَأْتِيْكَ بِنَتِيْجَةٍ سَلْبِيَّةٍ عَلَى الْمَدَى اَلطَّوِيْلِ .

11. Jangan bersikap negative, bukalah dada anda untuk menerima usulan-usulan baru   – لاَ تَكُنْ سَلْبِيّاً، اِفْتَحْ صَدْرَكَ لِلْمُقْتَرَحَاتِ اَلْجَدِيْدَةِ .

12. Jangan memborong hak berbicara, beri kesempatan orang lain untuk ikut serta berbicara      – لاَ تَتَحَدَّثْ كَثِيْراً، أَعْطِ الْفُرْصَةَ لِلآخَرِيْنَ لِلْمُشَارَكَةِ .

13. Bersikaplah adil dan jangan ngeblok ke salah satu pihak          – كُنْ عَادِلاً لاَ تَتَحَيَّزْ لأَيِّ طَرَفٍ .

14. Jangan mencela, namun, bertanggung jawablah        – لاَ تُلْقِ بِاللَّوْمِ، تَحَمَّلْ اَلْمَسْؤُوْلِيَّةَ .

15. Jangan ngeloyor pergi saat seseorang berbicara kepada anda, tunggu dan dengarkanlah        – لاَ تَتْرُكْ أَحَداً يَتَحَدَّثُ إِلَيْكَ وَأَنْتَ تَمْشِيْ، بَلْ اِنْتَظِرْ وَاسْتَمِعْ إِلَيْهِ .

16. Jangan sering-sering menjeneralisir, seperti: selalu … selamanya … semuanya …         – لاَ تُكْثِرْ فِي اسْتِخْدَامِ التَّعْمِيْمَاتِ، مِثْل … دَائِماً… أَبَداً … كُلّ … .

17. Jangan pergunakan kalimat: “Seharusnya begini …”, gantilah dengan kalimat: “bagaimana kalau begini …”.     – لاَ تَسْتَخْدِمْ كَلِمَاتٍ مِثْل هَكَذَا عِنْدَمَا يَجِبُ، اِسْتَبْدِلْهَا بِـ كَيْفَمَا .

18. Jangan pergunakan kalimat berikut:

“akan tetapi”, gantilah dengan “dan”

“kenapa”, gantilah dengan “apa”

“kalau saja”, gantilah dengan “saat”

“Coba…”, gantilah dengan “lakukan…”                – لاَ تَسْتَخْدِمْ اَلْكَلِمَاتِ اَلتَّالِيَةَ، لِأَنَّهَا سَلْبِيَّةٌ ؛

(لَكِن) … اِسْتَبْدِلْهَا بـ ( وَ)،

(لِمَاذَا)… اِسْتَبْدِلْهَا بـ (مَاذَا)،

(لَوْ)…اِسْتَبْدِلْهَا بـ (عِنْدَمَا)،

(حَاوِلْ)… اِسْتَبْدِلْهَا بـ (اِفْعَلْ)

19. Jangan memandang kecil urusan orang lain, namun, perbanyaklah memuji   – لاَ تُقَلِّلْ مِنْ شَأْنِ اْلآخَرِيْنَ، بَلْ اِمْتَدِحْهُمْ كَثِيْرًا

20. Janganlah melalaikan problem personal orang lain, justru, tampakkan simpatimu, perhatianmu dan keinginanmu untuk memahaminya  – لاَ تَغْفَلْ اَلْمُشْكِلاَتِ اَلشَّخْصِيَّةَ لِلآخَرِيْنَ وَأَظْهِرْ تَعَاطُفَكَ مَعَهُمْ، اِهْتِمَامَكَ وَتَفَهُّمَكَ

Sumber:               اَلْمَصْدَرُ

http://sidisalem.ahlamontada.net/t4352-topic

Dikutip dari buku: أَسْرَارُ قَادَةُ التَّمَيُّزُ (rahasia-rahasia sukses para pemimpin excellent), yang ditulis oleh DR. Ibrahim alfaqiy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: