REVOLUSI MESIR Gejolak Mesir dan Kesempatan Ikhwanul Muslimin


Jum’at, 04 Februari 2011 , 08:54:00 WIB

Laporan: Yayan Sopyani Al Hadi
 

BUKU AL BANA/IST

RMOL. Di bawah kepemimpinan Husni Mubarak, ada beberapa kelompok Islam yang dirugikan.

Salah satu kelompok Islam yang paling dirugikan adalah Ikhwanul Muslimin. Selama Mubarak berkuasa, entah berapa jumlah aktivis Ikhwan yang dipenjarakan atau diculik dan menghilang. Ikhwan juga paling ditakutkan Israel bisa mengambil kesempatan dalam api revolusi yang tengah bergolak.

Ikhwan, diririkan oleh Hasan Al Bana pada Maret 1928 di Kota Ismailiyah, Mesir. Hasan Al Bana bukan pemikir yang asing bagi kelompok santri perkotaan di Indonesia. Karya ulama kelahiran 14 Oktober 1906 ini banyak ditemui di kampus-kampus besar di Indonesia. Bahkan buku Al Majmuat al-Rasail yang diterjemahkan menjadi Risalah Pergerakan, merupakan buku yang dijadikan buku wajib untuk pembinaan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Indonesia.

Prinsip dakwah Ikhwan dibangun di atas kredo: Allah tujuan kami, Rasulullah teladan kami, Al-Qur’an landasan hukum kami, Jihad jalan kami, dan Mati syahid di jalan Allah cita-cita kami yang tertinggi.

Kini, di tengah gejolak Mesir, Ikhwan disebut-sebut paling berpeluang memenangkan hati rakyat. Sebab, diantara faksi lain, hanya Ikhwan yang merakyat dan tidak elitis.[yan]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: