TAUJIH NABAWIYAH : “MAHABBAH FIL UKHUWAH”

Inilah satu penggalan kisah. Semoga taujih nabawiyah ini mampu menghadirkan ruh-ruh cinta dan persaudaraan di dalam serambi dan bilik jantung kita. Jika dan hanya jika kita mengaku sebagai mukmin sejati….SAJJJJAAA!!!

“Diriwayatkan oleh Imam Malik di dalam kitab Al Muwatha’ dari Abi Idris Al Khaulany Rahimahullah bahwa ia berkata : “Aku pernah masuk Masjid Damaskus. Tiba-tiba aku jumpai seorang pemuda yang murah senyum yang dikerumuni banyak orang. Jika Mereka berselisih tentang sesuatu maka mereka mengembalikan kepada pemuda tersebut dan meminta pendapatnya. Aku bertanya tentang dia, lalu dikatakan oleh mereka,’ini Muadz bin Jabal’ Keesokan harinya , pagi-pagi sekali aku datang ke masjid itu lagi dan kudapati dia telah berada di sana sedang melakukan shalat. Kutunggu sampai dia selesai melakukan shalat kemudian aku temui dan kuucapkan salam kepadanya. Aku berkata,’Demi Allah aku mencintaimu. Lalu ia bertanya, ’Apakah Allah tidak lebih engkau cintai?’ Aku jawab, ’Ya Allah aku cintai’. Lalu ia memegang ujung selendangku dan menariknya seraya berkata,’Bergembiralah karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, Allah berfirman,’cinta-Ku pasti akan mereka peroleh bagi orang yang saling memadu cinta karena Aku, saling mengunjungi karena Aku, dan saling memberi karena Aku”
Sahabatku, sebuah pertanyaan yang harus kita terbitkan dari dalam pemikiran kita : “Adakah yang lebih ‘spektakuler’ selain dari hadiah dari Allah berupa CINTA-Nya?

Cinta Allah secara ‘simpel’ dapat kita peroleh hanya dengan 3 amal :
1. Bercinta karena Allah. Amal ini menempatkan Allah ‘azza wa jalla sebagai landasan cintanya. Sungguh beruntung bagi mereka yang mampu menjalani nikmat kehidupan di atas cinta yang bersemayam karena Allah semata…

2. Saling berkunjung karena Allah. Sering, kita melakukan kunjungan kepada saudara muslim hanya karena kita menginginkan sesuatu darinya, bukan karena Allah. Na’udzubillah bila kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang seperti itu. Alangkah dahsyatnya nikmat bagi mereka yang ikhlas mengunjungi saudaranya dilandasi oleh keinginan beramal karena Allah semata…

3. saling memberi karena Allah. Ya! Sebagaimana Ustadz Anis Matta berkata, ‘ cinta identik dengan pemberian’. Pemberian itupun utamanya harus semata-mata dilakukan karena mengharap CINTA Allah, bukan cinta dari objek pemberian… Betapa hebatnya nikmat Allah bagi mereka yang sanggup memberi dengan kemurnian jiwa, memberi karena Allah semata…

Ada kata kunci yang tersurat dalam sekumpulan penjelasan di atas yakni …semata. Bahwa setiap amal yang kita laksanakan untuk memperoleh CINTA Allah harus semata-mata dikerjakan karena Allah semata…di sinilah keikhlasan berperan…, singkat saja IKHLAS!

Tentu, kita berdo’a agar Allah menganugerahkan kita CINTA-NYA meski dengan (hanya) sedikitnya amal-amal kita…
Ya Allah, kami menginginkan CINTA-MU… Ampunilah dosa kami agar jangan menjadi penghalang CINTA-MU pada kami…Amin (jhd)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: